Di STAN jurusan-jurusan yang ada disebut spesialisasi. Jadi sahabat SCREEN jangan salah sebut yah..
Nah, di STAN ini ada 6 spesialisasi dengan lama waktu pendidikan 3 tahun (sebut saja D3.. hehehe) dan 1 spesialisasi D1. Apa aja tuuh? Yuuk cekibrot:
1. Akuntansi Pemerintahan
Spesialisasi akuntansi pemerintahan merupakan spes yang biasanya memiliki kuota mahasiswa/mahasiswi yang paling banyak. Kadang kenyataan ini menjadi alasan kenapa orang banyak yang memilih atau menganjurkan untuk memilih spes yang satu ini dengan alasan peluang buat ketrima STANnya jadi lebih besar. But, jangan mau ketipu yah, pernyataan itu jelas-jelas salah banget! Soalnya diterima-nggak-nya kita di STAN Cuma ditentukan oleh 1 faktor yaitu: hasil USM kita. (titik)
(tentang pengaruh pilihan spesialisasi terhadap kelolosan kita dalam USM STAN bisa diliat di yang satu ini).
Dalam Spes akun (biar lebih simpel, spesialisasi Akuntansi Pemerintahan kita sebut saja spes akun yaa..), kita akan berkutat dengan akuntansi (ya iyaaalaaah namanya juga akuntansi, gimana sih si kakak) hehehe.. jadi akuntansi adalah makanan pokok di spes ini. Mulai dari pengantar akuntansi, akuntansi menengah (intermediet) hingga akuntansi lanjutan (advance). Selain itu, ada banyak “camilan” lain di spes ini, mulai dari yang berbau umum, pajak sampai kebendaharaan juga bakal kalian icipin kalau kalian nantinya masuk spes yang satu ini. Kok banyak banget sih kak? Kan spes-nya namanya Cuma akuntansi? Yaa begitulah dek, jadi anak-anak dari spes akuntansi ini memang nantinya diperuntukkan untuk ditempatkan di seluruh instansi pemerintahan. Kok bisa? Hal ini diantaranya karena spes akuntansi sendiri tidak mempunyai “orang tua”. Maksudnya tidak ada direktorat jenderal akuntansi di negara kita.. beda dengan pajak yang punya DJP, Kebendaharaan Negara yang punya DJPbN dan yang lainnya. Hal ini menyebabkan lulusan dari spes akun ini akan ditempatkan dimana aja, kantor pajak? Bisa, kantor perben? Boleh. DJKN? Nggak masalah, BPKP? Oke. So, waktu kuliah, biarpun Cuma icip-icip dikit, anak-anak spes akun harus dicekokin materi dari spes lain. Agar siap pakai dimana aja lah.
2. Adminstrasi Perpajakan
Hmm.. siapa sih yang nggak kenal Gayus Tambunan? Kasus oknum satu ini cukup membuat gerah seluruh masyarakat di STAN. Bagaimana tidak? Dengan adanya Om Gayus, nggak jarang orang menyindir spes kita yang satu ini. Yup, spesialisasi administrasi perpajakan (sebut aja spes pajak, bukan pajek apalagi pajeg..hehehe) memang diciptakan untuk mencetak tenaga-tenaga yang ahli di bidang perpajakan. Pokoknya seluk-beluk perpajakan bakal dikupas habis di spes yang satu ini. Lulusan dari spes pajak ini pun sebagian besar akan ditempatkan di seluruh KPP (Kantor Pelayanan Pajak) di Indonesia. Dan yang biasanya bikin daya tarik dari spes ini adalah take home pay alias total penghasilan yang akan diperoleh oleh lulusan dari spes ini cukup menggiurkan. Yaaa lebih banyak lah dibanding lulusan dari spes lain yang nggak ditempatkan di pajak (selain lulusan bea dan cukai loh). Eits, tapi jangan dikaitkan sama Gayus lagi yah, soalnya penghasilan yang dimaksud disini bener-bener halal, bukan yang kaya’ Gayus. Dan penghasilan yang cukup besar ini memang dari awal sudah ditujukan agar para pegawai pajak tidak tergoda oleh rayuan-rayuan yang nggak halal, yaa biar nggak kaya’ gayus lah.
3. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)/ Penilai
Kalau tadi di pajak kita dah kupas tentang materi kuliahnya yang spesifik di perpajakan. Nah, di spes yang satu ini jauuuh lebih spesifik lagi. Khususon pajak bumi dan bangunan bakal jadi makanan pokok di spes ini. Dikit donk kak kuliahnya? Wew.. jangan salah... spes ini bisa dibilang kaya’ IPAnya STAN lah, ada fisika-fisikanya gitu. Jadi yang punya hobi fisika-fisikaan, nggak salah juga kok milih spes ini. Oiya, kenapa /penilai? Karena lulusan dari PBB juga punya kompetensi untuk menjadi valuer alias penilai. Menilai bangunan, jembatan, dll dsb.
Dari spes ini, lulusannya akan ditempatkan hampir serupa dengan anak-anak dari spes pajak. Tapi nggak menutup kemungkinan juga untuk bisa masuk ke BPKP atau pemda, sesuai dengan kebutuhan formasi lah.
Ayoo yang cinta IPA, masuk aja di PBB.. (loh jadi promosi)
Hehehe ^^v
4. Kebendaharaan Negara
Wuiiih dari namanya aja dah keren.. kebendaharaan negara. Jadi bendahara negara donk kak? Well... bisa iya bisa juga nggak dek.. hehehe
Spes yang satu ini adalah spes yang membuat STAN beda dari perguruan tinggi lain di Indonesia. Kok gitu? Silahkan aja cek, kita akan dengan mudah menemukan jurusan akuntansi atau fiskal (pajak) di berbagai universitas umum. Tapi kebendaharaan negara? Belum ada deh. Memang, karena spes yang satu ini diciptakan untuk menghasilkan bendaharawan-bendaharawati di lingkungan kementerian keuangan. Di sini kita akan mengupas habis 3 undang-undang keuangan negara, yaitu UU no. 17 tahun 2003 tentang keuangan negara, UU no. 1 tahun 2004 dan UU no. 15 tahun 2005 tentang Pemeriksaan. Pengelolaan dan Tanggung jawab Keuangan Negara. Konon kalau bisa menguasai ketiga undang-undang ini, IP kalian di spes ini dijamin cumlaud. Hehehe..
Lulusan dari spes ini nantinya akan ditempatkan di DJPbN (Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara) dan selebihnya akan ditempatkan di instansi lain yang membutuhkan (bisa setjen, BPK, BPKP, DJKN, Bapepam, BKF, DJPK, dll.. pokoknya selain pajak dan bea cukai lah). Jadi secara garis besar, dari sisi penempatan, spes yang satu ini sama saja dengan penempatan untuk anak akuntansi. Secara logika memang masuk akal mengingat instansi mana sih yang nggak butuh bendaharawan yang handal? J
5. Pengurusan Piutang dan Lelang Negara (PPLN)
Spes PPLN (Pengurusan Piutang dan Lelang Negara yaa, bukan Pengurus Perusahalan Listrik Negara :p) merupakan anak kandung dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Hehehe. Begitulah, spes yang satu ini berkutat dengan pengelolaan kekayaan negara, termasuk di dalamnya berupa piutang dan barang milik negara.
Spes unik yang satu ini juga cukup ekslusif. Jumlah yang diterima di spes ini pada umumnya tidak sebanyak spes lain. Lulusannya juga pada umumnya mengabdi pada orang tuanya (DJKN-red). Tapi tidak jarang juga mahasiswa PPLN yang ditempatkan di instansi selain DJKN.
6. Bea dan Cukai
Terakhir adalah spesialisasi Bea dan Cukai. Spes ini membuka D3 (pendidikannya di Rawamangun) dan D1 (yang ada di beberapa kota besar di Indonesia). Untuk spes yang satu ini ada syarat khusus yang harus dipenuhi kalau kalian pengen milih spes ini. Apa itu? Kalian haruslah seorang cowok alias ikhwan alias lelaki alias pria dengan tinggi badan minimal 165cm dan tidak buta warna. (lebih lengkapnya bisa dilihat disini). Naah, jadi bisa disimpulkan bahwa penghuni spes ini hanya terdiri dari 1 macam jenis kelamin. Hehehe.
Segala seluk beluk mengenai kepabeanan dan cukai akan menjadi makanan pokok buat kalian-kalian yang nantinya kuliah di spes ini. Oiya, dalam kegiatan perkuliahannya, spes yang satu ini punya jadwal khusus, bisa dibilang semi militer gitu (tapi jangan bayangin bakal sesadis yang biasanya muncul di tipi yaah). Hal ini jelas karena nantinya lulusan dari bea dan cukai hampir seluruhnya (berarti ada sebagian kecil yang nggak) akan ditempatkan di Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC), di bandara-bandara, pelabuhan-pelabuhan, dan tempat-tempat yang memang menjadi daerah kepabeanan dan cukai.
Take home pay alias penghasilannya? Beuh.. jangan ditanya lagi. Spes ini cukup menjanjikan. Sesuai lah dengan risiko dari pekerjaannya yang besar. Intinya sih, lulusan BC adalah lulusan dengan penghasilan terbesar dari semua spes yang ada di STAN.
Anda pria macho dengan tinggi lebih dari 165cm? Sok atuh milih bea dan cukai
J







0 komentar:
Posting Komentar